rss

Tampilkan postingan dengan label Kanker Payudara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker Payudara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juni 2010

Pengertian kanker payudara dan pengobatannya.

Keberadaan ‘kanker payudara’ menimbulkan rasa takut yang luar bisa bagi kaum perempuan, selain keganasannya yang tanpa ampun, kanker ini kerap datang tiba-tiba tanpa permisi.

PayudaraNamun dengan semakin meningkatnya kesadaran para perempuan untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap payudaranya. Maka, kian hari tingkat kematian akibat kanker ganas ini semakin bisa dikurangi. Terutama pada penderita yang berusia di bawah 30 tahun. Tetapi jika ternyata kanker ganas ini ternyata telah bersemayam dalam tubuh Anda, mengingat perkembangannya yang sangat cepat dari stadium 1 hingga tak tertolong hanya memerlukan waktu kurang dari lima tahun. Maka Anda harus rela untuk melakukan berbagai macam tes, menjalani rangkaian pemeriksaan dan perawatan yang super intensif. Semua ini dilakukan agar perkembangan sel liar kanker dapat diketahui tingkat penyebaran. Inilah yang disebut dengan ‘stadium’. Tak perlu panik, karena kemajuan teknologi kedokteran yang semakin berkembang dari hari ke hari. Maka masih banyak kemungkinan bagi Anda untuk lolos dari penyakit mematikan ini.

Nah, ingin tahu lebih detil tentang
stadium dan aneka ragam istilah perawatan medis yang harus dilalui oleh penderita kanker payudara? Berikut catatannya:

Stadium 1

Pada stadium ini, benjolan kanker tak lebih dari 2 cm dan tidak dapat terdeteksi dari luar. Perawatan yang sangat sistematis akan diberikan pada kanker stadium ini, tujuannya adalah agar sel kanker tidak dapat menyebar dan tidak berlanjut pada stadium selanjutnya. Pada stadium ini, kemungkinan sembuh total pada pasien adalah 70%.

Stadium 2

Pada stadium ini, kemungkinan sembuh penderita adalah 30 - 40 % tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker. Biasanya besarnya benjolan kanker sudah lebih dari 2 bahkan bisa sampai 5 cm dan tingkat penyebarannya pun sudah sampai daerah ketiak. Atau bisa juga ukuran kanker sudah mencapai 5 cm tapi belum menyebar kemana-mana. Biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal.

Stadium 3A

Menurut data dari Depkes, 87% kanker payudara ditemukan pada stadium ini. Benjolan kanker sudah berukuran lebih dari 5 cm dan sudah menyebar ke kelenjar limfa.

Stadium 3B

Kanker sudah menyebar ke seluruh bagian payudara, bahkan mencapai kulit, dinding dada, tulang rusuk dan otot dada. Selain itu juga penyebarannya juga sudah menyerang secara tuntas kalenjar limfa. Jika sudah demikian tidak ada alternatif lain selain pengangkatan payudara.

Stadium 4

Sel-sel kanker sudah merembet menyerang bagian tubuh lainnya, biasanya tulang, paru-paru, hati atau otak. Atau bisa juga menyerang kulit, kelenjar limfa yang ada di dalam batang leher. Sama seperti stadium 3, tindakan yang harus dilakukan adalah pengangkatan payudara.

Berikut beberapa istilah tindakan medis yang dilakukan dokter untuk menghentikan laju pertumbuhan sel kanker:

Lumpectomy

Istilah awamnya adalah ‘pengangkatan benjolan’. Biasanya pengangkatan ini disertai sedikit (sangat minimal) jaringan yang sehat. Dengan cara ini, diharapkan jaringan yang tersisa dan masih sehat akan dapat membentuk kembali payudara secara alami.

Mastectomy Radikal

Pengangkatan payudara sebagian atau seluruhnya termasuk otot dada di bawah payudara untuk mencegah penyebaran kanker yang lebih luas. Sekarang, metode ini sudah jarang digunakan karena teknologi kedokteran sudah semakin maju.

Chemotherapy

Adalah terapi yang diberikan berupa pemberian obat-obatan tertentu yang sangat kuat efeknya (anti kanker). Terapi ini bisa diberikan lewat mulut atau berupa suntikan pada pembuluh darah. Pengobatan ini harus diberikan secara berulang-ulang dengan siklus yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.

Terapi hormon

Metode pemberian hormon yang berfungsi sebagai penghambat laju perkembangan sel kanker.

Terapi radiasi

Pengobatan ini biasanya diberikan bersamaan dengan lumpectomy atau masectomy, fungsi terapi ini adalah untuk menghancurkan sel-sel kanker agar tidak merembet ke bagian tubuh yang lainnya.

Vonis kanker payudara bukanlah akhir dari segalanya, dokter adalah manusia yang bisa mengatakan apa saja. Namun, tetap Tuhanlah penentu segalanya termasuk umur manusia!




tanda tangan

Senin, 10 Mei 2010

Cara Mendeteksi Kanker Payudara

Tips kali ini saya akan mempostingkan kembali apa yang dituliskan guru saya tentang cara mendeteksi kanker payudara, berikut penjelasannya.

===========< SELAMAT MEMBACA >===========

Sebenarnya untuk mendeteksi kanker payudara tidak sulit. Cukup dilakukan sendiri tanpa perlu ke dokter.

Waktu pemeriksaannya pun tidak butuh lebih dari
5 menit setiap bulannya. Saat terbaik untuk memeriksa payudara sendiri adalah setiap setelah haid, yaitu ketika payudara biasanya masih lunak sehingga kalau ada benjolan akan mudah lebih terditeksi. Bila terasa ada benjolan, baik sakit maupun tidak, langsung periksakan ke dokter.

Pemeriksaan Payudara terdiri dari 2 tahap, yaitu :

1. Berdiri didepan cermin untuk memperhatikan apakah ada perubahan pada bentuk payudara.

• Angkat kedua lengan keatas agar bentuk payudara jelas terlihat, dan terlebih kalau ada benjolan juga akan lebih mudah terseteksi.

2. Berbaring dengan meletakkan bantal dipunggung sebagai peyangga agar bentuk payudara lebih rata dan lebih muda diraba.

• Gunakan tangan kanan untuk meraba payudara kiri dengan lengan kiri teregang keatas. Sedangkan untuk payudara kanan, gunakan tangan kiri dengan lengan kanan terangkat keatas

• Gunakan telapak jari telunjuk, tengah dan manis untuk meraba perlahan mulai dari daerah sekitar payudara.

• Ketika tangan mendekati area puting, raba lebih keras untuk mengetahui lebih sesakma ada tidaknya benjolan

• Perhatikan juga apakah ada cairan yang keluar dari putting berupa cairan bening, darah atau susu terlebih bila sedang tidak menyusui.
tanda tangan

8 Penyebab Payudara Kendur

Sahabat yang saya hormati..
Perlu sahabat ketahui bahwa saat perempuan mencapai usia tertentu, payudaranya akan mengendur. Hal itu wajar karena kelenjar susu mengecil, sehingga ada ruang kosong dalam kulit pembungkus payudara.

Kekenduran itu juga bisa diakibatkan perubahan tubuh yang drastis, sehingga lemak dalam payudara berkurang. Sementara kondisi itu tidak disertai mengecilnya kulit pembungkus payudara.

Seorang insinyur pesawat terbang kelahiran Newport, Texas, Amerika Serikat, Ir. N.O. Brantly menyatakan, seperti pesawat terbang, tubuh manusia juga terkena hukum gravitasi. Bagian tubuh itu terutama yang menonjol dan tidak disangga, misalnya oleh otot atau tulang. Tonjolan yang dimaksud adalah payudara.


Pendapat tersebut dibenarkan Dr. Melissa S. Luwia, MHA, dari Yayasan Kanker Indonesia. Karena menonjol dan tidak
punya otot, payudara sangat terpengaruh gaya gravitasi. Itu sebabnya, menggantungnya (suspensi) organ ini mesti disangga oleh alat tertentu. Alat itu biasa kita sebut bra, kutang, penyangga payudara, atau BH (breast holder).


Menurut Brantly, BH justru merupakan penyebab terbanyak yang membuat payudara tidak indah. Sayangnya, tidak banyak perempuan yang menyadarinya. Mereka tidak tahu, seperti apa BH yang terbaik untuk menunjang keindahan payudara.


Berikut beberapa faktor penyebab turun dan kendurnya payudara selain hal-hal yang sudah disebut.


1. Melahirkan dan menyusui. Ukuran payudara semakin berkembang seiring dengan usia kehamilan. Membesarnya payudara membuat massanya bertambah. Akibatnya, tarikan ke bawah semakin kuat.


2. Terlalu besar dan terguncang. Mirip dengan kasus ibu menyusui. Massa payudara mempengaruhi tarikan gravitasi. Semakin besar massa, semakin besar juga gaya gravitasinya, apalagi kalau payudara selalu terguncang, khususnya pada para atlet.


3. Tidak ada penyangga. Membiasakan diri tanpa BH akan menyebabkan kendur, apalagi bila ukuran payudara tergolong besar.


4. Kebiasaan buruk. Tidur miring bisa membuat payudara kendur. Ini bisa dijelaskan dengan teori gravitasi bumi. Pada tidur miring, payudara tidak ada yang menyangga sama sekali, kecuali oleh BH. Berbeda dengan tidur telentang, karena payudara disangga oleh tubuh.


5. Penyakit. Penyakit seperti TBC (tuberkulosis) atau kanker bisa mengakibatkan payudara menjadi kecil, kendur, atau turun. Ini karena virus dan sel ganas yang merusak organ tubuh.


6. Kurang gizi. Walau konsumsi makanan bergizi lebih berguna untuk mengencangkan kulit, faktor ini sangat penting. Penyakit seperti TBC atau kanker bisa muncul akibat kurang gizi. Makanan seperti kubis, kacang kedelai, tempe, susu kedelai, dan bawang putih sangat bagus untuk mencegah kanker payudara.


7. Perlakuan kasar. Setiap inci dari tubuh kita harus diperlakukan secara halus, apalagi payudara. Perlakuan kasar seperti meremas-remas terlalu kuat, sangat menentukan keindahan payudara. Juga bila kita menggunakan BH yang membuat payudara tertekan, terjepit, dan lain-lain.


8. Kesalahan memakai BH. BH terlalu kecil, terlalu kencang, atau dibuat dengan bahan tidak bagus, bisa menyebabkan payudara tidak sehat. Akibatnya, payudara menjadi kendur dan turun.
tanda tangan

Jumat, 07 Mei 2010

Makanan Tradisional Pencegah Kanker

Kematian yang disebabkan penyakit kanker akan terus meningkat, jika tidak ada perubahan pola makan, perilaku, gaya hidup di masyarakat. Satu upaya bermakna yang bisa mengurangi penyakit kanker adalah lebih banyak mengonsumsi makanan tradisional (lokal).

"Globalisasi mendorong terjadinya perubahan radikal dalam sistem retail pangan, yang ditandai dengan menjamurnya "hypermarket", restoran cepat saji, waralaba, "food court" dari berbagai penjuru dunia, yang sebagian besar meyajikan "junk food" (makanan sampah) dengan risiko terkena kanker sangat tinggi," kata Prof dr Muhammad Sulchan dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, belum lama ini.

Ditambahkan, penetrasi pangan global menyebabkan konvergensi makanan, pergeseran budaya pangan, perubahan pola makan, dan kebiasaan makan tidak sehat. Hal itu ditandai dari konsumtivisme dan hedonisme yang imitatif.

Buruknya hubungan manusia dengan alam berpijak pada etika antroposentris -- etika yang mengedepankan hasrat manusia atas alam yang berdampak pada eksploitasi besar-besaran sumber daya alam, hiperkomodifikasi, terutama "fast food", dan hiper konsumsi. Kondisi itu membuat
hidup masyarakat menjadi sangat konsumtif.

"Dari situlah malapetaka penyakit muncul, terutama penyakit-penyakit kronik termasuk kanker," kata Sulchan menegaskan.

Dalam sejarah peradaban, menurut Sulchan, manusia mengakses pangan yang dibutuhkan untuk dikonsumsi selalu mengikuti hukum-hukum alam yang terikat secara ekologis dengan makro dan mikrokosmosnya.

"Alam semesta merupakan tempat manusia belajar banyak hal, termasuk keberagaman, keseimbangan, dan saling ketergantungan yang sinergis," katanya.

Ketika keberagaman dan keseimbangan terancam oleh perilaku manusia, maka pilar kehidupan akan runtuh. "Eksploitasi alam berlebihan untuk memenuhi hasrat konsumsi manusia sedang menuju ke arah itu," katanya.

Ia menjelaskan, beragam karsinogen (pemicu kanker) ada di dalam pangan, meliputi karsinogen pangan alamiah dan buatan, sumber subtansi selama penyimpanan, proses pengolahan panas tinggi, polutan, pestisida, bahan tambahan pangan, dan sekitar seribu zat bersifat karsinogen.

Menurut Sulchan, pengawetan dan pengolahan makanan dengan menggunakan garam, pengasapan bersifat inisiator dan promotor kanker. Makanan cepat saji menggunakan proses pengolahan dan pematangan yang berisiko menyebabkan kanker. "Westernisasi makanan meningkatkan risiko terkena kanker," katanya.

Untuk mengurangi risiko kanker, Sulchan menyarankan agar masyarakat lebih banyak mengonsumsi makanan lokal yang menggunakan bahan baku alami dan diolah secara tradisional. Selain itu, harus mengonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan segar, karena pada keduanya terdapat banyak zat yang bersifat antioksidan.

Ia menyebutkan, memakan tahu dan tempe berbahan kedelai lokal lebih sehat dibanding kedelai impor dari Amerika Serikat yang masuk kategori GMF (genetically modified food). Kedelai GMF banyak ditolak negara-negara Eropa.

"Konsumsi sayuran dan buah asli, bukan ekstraks," katanya mengingatkan.

Ia mencontohkan kasus kanker usus besar di Tanah Air menunjukkan peningkatan. Pada tahun 1934 hanya ditemukan satu kasus, lalu pada 1937 menjadi tujuh, dan saat ini prevalensinya sekitar 1,8 per 100.000 penduduk.

"Dibandingkan prevalensi di AS dan negara maju lainnya, kasus kanker usus besar di Indonesia memang masih rendah. Namun, hal ini tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak mengurangi jumlah pengidapnya," ujarnya.

Di AS, kata Sulchan, angka kejadiannya 40 per 100.000 orang, Eropa (30), Jepang (13), India (9), dan Nigeria 2,5 kasus per 100.000 penduduk.

Hal senada dikemukakan Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia, Prof Suhartati. Dalam kesempatan terpisah, di Jakarta, baru-baru ini, Prof Suhartati mengatakan, dunia terancam ledakan penyakit kanker dalam kurun waktu 25 tahun ke depan. Diperkirakan akan ada 84 juta orang meninggal akibat penyakit kanker. "Ledakan kanker terutama terjadi di negara berkembang. Karena ada peningkatan penderita kanker sebanyak 300 persen pada tahun 2030," ujarnya.

Penyebabnya, menurut Prof Suhartati, karena penyakit kanker termasuk dalam neglected endemic atau penyakit yang tanpa gejala. Akibat ketidaktahuan akan penyakit itulah yang membuat masyarakat tidak melakukan pencegahan dini.

Hal ini dibuktikan dengan pasien yang datang sudah pada kondisi stadium lanjut. "Mereka datang dalam kondisi stadium advanced dan local advanced atau stadium 4," ujar Prof Tati.

Berdasarkan hasil survei kesehatan rumah tangga, kanker merupakan penyebab kematian nomor lima di Indonesia. Dalam 20 tahun terakhir angka penderita kanker bertambah dari 3,64 persen tahun 1981 menjadi 6 persen di tahun 2001.

Data American Cancer Society mencatat, penyebab kematian terbesar pada wanita di dunia adalah kanker payudara (19 persen), kanker paru-paru (19 persen), serta kanker kolon dan rektum (15 persen).

Pada pria, penyakit kanker didominasi oleh kanker paru (34 persen), kanker kolon dan rektum (12 persen), serta kanker prostat (10 persen). Diperkirakan, 80-90 persen kanker disebabkan oleh faktor-faktor yang terkait dengan lingkungan dan makanan.

"Dari sudut pandang gizi, diketahui bahwa energi, protein, zat besi, seng, dan vitamin A berperan penting dalam mempertahankan sistem kekebalan tubuh. Defisiensi zat-zat gizi tersebut akan melumpuhkan sistem kekebalan tubuh, dan akhirnya tubuh tidak mampu menahan karsinogenesis (pemicu terjadinya sel kanker)," ujarnya.

Dalam studi menggunakan hewan percobaan terbukti bahwa pembatasan makanan tertentu dapat mencegah pertumbuhan berbagai tumor. Teori yang mendasari hal itu ialah dengan pembatasan makanan akan menyebabkan perubahan hormonal di dalam tubuh, sehingga proses tumorigenesis (pembentukan tumor) menjadi terhambat.

"Penyakit tumor terlihat cenderung menimpa hewan percobaan (tikus) yang mempunyai berat badan berlebih akibat terlalu banyak makan," kata Prof Tati.

Makanan yang kaya akan lemak ternyata berkaitan erat dengan munculnya kanker usus dan kanker payudara. Sedangkan kandungan lemak yang rendah dan konsumsi serat yang tinggi, seperti pada pola makan vegetarian, dapat menekan jumlah penderita kanker.

Tumorigenesis akan semakin berkembang pada pola makan yang rendah lemak tak jenuh ganda. Lemak tak jenuh, baik tunggal maupun ganda, selama ini dikenal sebagai lemak yang bermanfaat bagi pencegahan penyakit jantung koroner. Bahan nabati seperti kacang-kacangan umumnya kaya akan lemak tak jenuh.

Hormon tertentu diduga ikut bertanggung jawab pada munculnya tumor. Pengeluaran hormon itu dipicu oleh konsumsi lemak yang tinggi. Contohnya adalah hormon prolaktin (serum) yang merangsang pertumbuhan tumor, ternyata kadarnya semakin meningkat apabila makanan yang kita konsumsi kaya akan kandungan lemak.

"Ketika kita memasak daging, terbentuklah senyawa HCA (senyawa amina-amina heterosiklis) yang dipercaya dapat menyebabkan kanker. HCA muncul sebagai reaksi antar protein hewani selama proses pemasakan atau browning (pencokelatan). Semakin sedikit HCA yang terbentuk, semakin sehat daging yang kita konsumsi," katanya.

Namun, diakui Prof Tati, banyak orang yang tidak tahu bahwa cara memasak makanan ternyata sangat mempengaruhi jumlah HCA yang terbentuk. Memanggang daging di dalam oven akan menghasilkan HCA lebih sedikit dibandingkan dengan menggoreng, membakar, atau memanggang di atas kompor yang suhunya tinggi.

Sedangkan merebus secara perlahan-lahan dengan panas bertahap, mengukus atau memasak dengan oven, praktis tidak menghasilkan HCA. Berbagai percobaan pada hewan menunjukkan bahwa HCA berpotensi mengakibatkan kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih.

Studi yang dilakukan New York University Medical Center mengemukakan bahwa wanita yang rajin makan daging merah memiliki peluang menderita kanker payudara dua kali lipat, dibandingkan mereka yang hanya makan daging unggas dan ikan.

"Mengonsumsi daging sebaiknya selalu disertai dengan sayur dan buah sebagai sumber antioksidan. Buah-buahan seperti jeruk, sangat kaya akan vitamin C yang merupakan golongan antioksidan kuat. Demikian juga konsumsi sayuran berwarna hijau juga akan menetralkan pembentukan HCA," ucapnya.

[suarakarya-online.com]
tanda tangan

Berfikir Positif Cegah Kanker

Pada artikel yang kemarin tw klik ja >disini dikatakan bahwa Sahabat yang punya musibah seperti ini jangan pernah mengeluh ataupun putus asa, namun cobalah untuk selalu berfikir positif.

MERASA bahagia dan selalu berpikir positif adalah salah satu kunci penting dalam menjalani kehidupan. Dengan perasaan optimistis dan bahagia, risiko terserang berbagai penyakit pun dapat ditekan seminimal mungkin.

Pentingnya perasaan positif dan bahagia tercermin dari sebuah riset belum lama ini yang dimuat BioMed Central journal BMC Cancer. Hasil riset mengindikasikan wanita yang bahagia dan berpikir positif cenderung
berisiko lebih rendah mengidap penyakit kanker payudara.

Dr Ronit Peled dari Ben-Gurion University of the Negev di Beer Sheva, Israel, dalam hasil risetnya menyatakan bahwa kebahagiaan dan optimisme mampu menekan risiko kanker payudara pada wanita hingga 25 persen. Sedangkan pengalaman atau kejadian traumatis seperti perceraian atau kehilangan seseorang yang dicintai dapat memburuk risiko.

“Kami secara hati-hati dapat menyatakan bahwa mengalami satu atau lebih kejadian menyedihkan adalah sebuah faktor risiko kanker payudara pada wanita muda. Di lain pihak, perasaan akan bahagia dan optimisme dapat memberikan perlindungan. Wanita muda yang mengalami sejumlah pengalaman buruk dalam hidupnya dipertimbangkan sebagai kelompok yang berisiko kanker payudara dan oleh sebab itu harus ditangani,'' ungkap Ronit Peled.

Tetapi Peled menekankan bahwa hasil risetnya jangan diartikan bahwa rasa bahagia dan optimisme menjadi gerbang utama untuk terhindar dari penyakit kanker payudara. "Konsumsi makan yang baik dan aktif secara fisik merupakan faktor yang harus diperhitungkan," tambahnya.

Dr Peled dan timnya meneliti sejumlah faktor yang berkaitan dengan stres psikologis seperti kehilangan orangtua sebelum berusia 20 tahun dan kaitannya dengan risiko kanker.Peled melakukan penelitian ini dilatarbelakangi tingginya faktor risiko kanker payudara yang dialami wanita Israel. Lebih-lebih wanita Israel kerap kerap disebut kelompok dengan risiko tertinggi di dunia dalam hal kanker payudara.

Sebanyak 255 wanita usia 25 - 45 tahun yang terindikasi kanker paru dilibatkan bersama 367 wanita usia sama yang tidak mengalami kanker. Peled dan timnya menanyakan sejumlah hal kepada para wanita seperti pandangan akan masa depan dan pengalaman traumatis akibat penyakit, kehilangan pekerjaan, perceraian hingga kematian.

Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara cara berpikir wanita dengan risiko mengidap kanker payudara. Mereka yang berpikir optimistis mencatat risiko 25 persen lebih rendah mengidap kanker. Sementra wanita yang mengalami dua atau tiga kejadian atau pengalaman traumatis mengalami peningkatan risiko sebesar 62 persen.

"Ditemukan bahwa perasaaan bahagia dan optimisme memberikan dampak protektif ," ujar peneliti .

[kompas.com]
tanda tangan

Cara Herbal Obati Kanker

Tumbuh-tumbuhan di Indonesia terbukti mampu mencegah maupun mengobati kanker. Meski perlu penelitian dan pengembangan lebih lanjut, sejumlah tanaman seperti kunyit putih, tapak dara, daun dewa hingga benalu telah digunakan penderita kanker sebagai ikhtiar mengobati penyakitnya. Banyak yang berhasil sembuh sehingga pengobatan tradisional pun menjadi tumpuan harapan baru bagi para penderita kanker.

Kunyit putih diyakini memiliki khasiat antikanker. Meski demikian cuma kunyit putih jenis mangga (Curcuma mangga) yang tumbuh terbatas di tempat yang bersuhu dingin di Indonesia, yang dapat mencegah atau mengobati kanker. Kunyit putih ini mempunyai ciri tertentu, antara lain bintik umbinya seperti umbi jahe dan berwarna kuning muda (krem). Dalam keadaan segar baunya seperti buah mangga kweni dan bila telah diekstrak atau dijadikan bubuk, warnanya tetap kuning muda (krem).

Sementara tapak dara (Catharanthus roseus) telah teruji sebagai bahan pencegah dan penumpas sel kanker. Tanaman yang masih termasuk
keluarga Apocynaceae atau kamboja-kambojaan ini mengandung dua senyawa golongan alkaloid vinka yakni vinkristin dan vinblastin yang berkhasiat menghambat perbanyakan dan penyebaran sel kanker.

Vinkristin digunakan sebagai bahan pengobatan kanker bronkial, tumor ganas pada ginjal, kanker payudara, dan berbagai jenis tumor ganas yang awalnya menyerang urat saraf maupun otot. Tanaman yang di Sumatera disebut rumput jalang itu juga mengandung alkaloid cabtharanthin yang diperkirakan dapat mendesak dan melarutkan inti sel kanker.

Sebagai obat kanker payudara, rebus 22 lembar daun tapak dara dan buah adas (Foeniculum vulgare) serta kulit kayu pulasari (Alyxia reinwardti) dengan tiga gelas air. Bubuhi gula merah secukupnya. Setelah mendidih sampai tinggal setengahnya, saring. Ramuan diminum tiga kali sehari masing-masing setengah gelas. Pengobatan dilakukan paling tidak selama sebulan.

Keladi tikus (Typhonium Flagelliforme/Rodent Tuber) juga telah diteliti sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker. Untuk menghambat pertumbuhan sel kanker, tiga batang keladi tikus lengkap dengan daunnya (kurang lebih 50 gram) direndam selama 30 menit, tumbuk halus dan peras. Air perasan ini disaring lalu diminum. Di Malaysia, sudah ada uji ilmiah khasiat keladi tikus. Bahkan ekstrak keladi tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan tanaman lainnya dalam dosis tertentu, sudah dipasarkan di negeri jiran tersebut.

Air perasan temu lawak (Curcuma Zedoaria) juga mujarab sebagai obat kanker. Menurut Andrew Chevallier Mnimh, herbalis asal London, dalam temulawak terkandung curcumol dan curdione yang berkhasiat antikanker dan antitumor. Di Cina, temulawak telah lama digunakan sebagai obat kanker leher rahim. Tanaman ini bisa meningkatkan efek mematikan sel kanker ketika dilakukan radioterapi dan kemoterapi.

Mengkudu juga tengah populer sebagai tanaman obat-obatan yang manjur. Daging buah mengkudu atau pace (Morinda citrifolia L.) mengandung dammacanthel, zat antikanker yang mampu melawan pertumbuhan sel abnormal pada stadium prakanker dan dapat mencegah perkembangan sel kanker. Sari dari perasan dua atau tiga buah mengkudu dapat dibubuhi madu agar rasanya lebih nikmat. Sebaiknya pilihlah mengkudu yang tidak terlalu masak karena alkohol yang terbentuk akibat proses fermentasi pada mengkudu yang terlalu masak merusak zat-zat penting yang terkandung di dalamnya.

Daun dewa (Gynura divaricata) juga merupakan tanaman yang telah dikenal sebagai tanaman antikanker. Ramuan 30 gram daun dewa segar, 20 gram temu putih, 30 gram jombang yang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya dapat digunakan dalam pengobatan penyakit kanker. Dapat pula menggunakan bahan lain seperti 30 gram daun dewa segar, 30 gram tapak dara segar, 30 gram rumput mutiara, 30 gram rumput lidah ular direbus dengan 1.000 cc air hingga tersisa 500 cc. Airnya disaring lalu tambahkan madu secukupnya, aduk kemudian diminum selagi hangat.

Daun ceremai (Phyllanthus acidus) juga dapat dapat digunakan sebagai obat antikanker. Segenggam daun ceremai muda, sejumput daun belimbing, bidara upas sejari, gadung cina sejari dan gula aren direbus dengan tiga gelas air hingga tinggal segelas. Ramuan ini diminum tiga kali sehari masing-masing satu gelas.

Sementara senyawa dalam benalu telah lama diperkirakan bekerja sebagai penghambat keganasan kanker. Benalu yang direbus menjadi teh terbukti dapat dipakai sebagai obat penunjang selama menjalani kemoterapi (terapi dengan mengonsumsi obat antikanker).

Bagi Anda yang belum terkena kanker, tumisan brokoli, sawi, kembang kol, wortel, tomat dan daging ikan dengan bumbu sedikit garam dan bawang putih, mampu menjadi masakan yang kaya akan zat antikanker. Penelitian Universitas Harvard terhadap 48.000 orang pada tahun 1995 menunjukkan risiko terkena kanker prostat bagi mereka yang memakan 10 kali hidangan yang mengandung tomat per minggu turun sampai hampir separuhnya.
tanda tangan

KANKER PAYUDARA BISA DICEGAH....!!

Bagi Sahabat semuanya, Janganlah putus asa ketika diantara Sahabat terkena musibah kanker payudara, namun cobalah bersikap tenang dan terus berusaha karna KANKER PAYUDARA ITU BISA DICEGAH.....!!
Untuk lebih lengkapnya, mari kita sama-sama baca artikelnya dari guru saya

Bulan Oktober yang ditetapkan sebagai 'Bulan Kanker Payudara' kiranya merupakan saat yang tepat untuk merenungkan dampak dan usaha pencegahan dari penyakit yang banyak ditakuti kaum perempuan itu.

Beberapa tahun yang lalu, para ahli menganggap bahwa kanker payudara adalah penyakit yang sebenarnya tidak dapat dicegah. Namun kini para peneliti sudah banyak mengetahui cara untuk mencegahnya, atau paling tidak mengurangi resiko terkena kanker payudara. Beberapa usaha untuk meminimalisir resiko terkena kanker payudara bisa dilakukan secara
medis maupun alami (terapi alternatif).

Pendekatan dari segi medis adalah :

1. Obat Pencegah Kanker Payudara.

Perempuan dengan resiko tinggi, yaitu yang survive/selamat dari kanker payudara atau yang setidaknya memiliki hubungan darah dengan penderita kanker (ibu atau saudara perempuannya), bisa mendapatkan terapi 'Tamoksifen', yang bekerja dengan cara memblokade efek pemicu tumor dari estrogen.

2. Mastektomi Sebelum Serangan Kanker.

Untuk perempuan dari keluarga dengan resiko genetik yang sangat tinggi, ada suatu mastektomi untuk pencegahan kanker payudara. Memang merupakan suatu pendekatan yang radikal, tetapi kebanyakan berhasil. Mastektomi ini mengangkat jaringan payudara, tapi tidak seluruhnya, sehingga kemungkinan terjadinya kanker masih ada.

Pencegahan secara alami meliputi :

1. Berolah Raga Secara Teratur.

Penelitian menunjukkan bahwa sejalan dengan meningkatnya aktivitas, maka resiko kanker payudara akan berkurang. Berolah raga akan menurunkan kadar estrogen yang diproduksi tubuh sehingga mengurangi resiko kanker payudara.

2. Kurangi Lemak.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet rendah lemak membantu mencegah kanker payudara. Namun penelitian terakhir menyatakan bahwa yang lebih penting adalah jenis lemaknya dan bukan jumlah lemak yang dikonsumsi.

Jenis lemak yang memicu kanker payudara adalah lemak jenuh dalam daging, mentega, makanan yang mengandung susu full-cream (whole-milk dairy foods) dan asam lemak dalam margarin, yang bisa meningkatkan kadar estrogen dalam darah.

Sedangkan jenis lemak yang membantu mencegah kanker payudara adalah lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak Omega-3 dalam ikan Salmon dan ikan air dingin lainnya.

3. Jangan Memasak Daging Terlalu Matang.

Cara Anda memasak daging akan mempengaruhi resiko kanker payudara. Daging-daging yang dimasak/dipanggang menghasilkan senyawa karsinogenik (amino heterosiklik). Semakin lama dimasak, semakin banyak senyawa ini terbentuk. Amino heterosiklik paling banyak terdapat dalam daging bakar yang lapisan luarnya (kulitnya) gosong dan hitam.

4. Konsumsi Buah dan Sayuran.

Semakin banyak buah dan sayuran yang dimakan, semakin berkurang resiko untuk semua kanker, termasuk kanker payudara. Makanan dari tumbuh-tumbuhan mengandung anti-oksidan yang tinggi, di antaranya vitamin A, C, E dan mineral selenium, yang dapat mencegah kerusakan sel yang bisa menjadi penyebab terjadinya kanker.

National Cancer Institute (NCI) merekomendasikan untuk mengkonsumsi buah dan sayuran paling tidak 5 (lima) kali dalam sehari. Tapi harus dihindari buah dan sayuran yang mengandung banyak lemak, seperti kentang goreng atau pai dengan krim pisang.

5. Konsumsi Suplemen Anti-Oksidan.

Suplemen tidak dapat menggantikan buah dan sayuran, tetapi suatu formula anti-oksidan bisa merupakan tambahan makanan yang dapat mencegah kanker payudara.

6. Konsumsi Makanan Berserat.

Selain berfungsi sebagai anti-oksidan, buah dan sayuran juga mengandung banyak serat. Makanan berserat akan mengikat estrogen dalam saluran pencernaan, sehingga kadarnya dalam darah akan berkurang.

7. Konsumsi Makanan Yang Mengandung Kedelai / Protein.

Makanan-makanan yang berasal dari kedelai banyak mengandung estrogen tumbuhan (fito-estrogen). Seperti halnya 'Tamoksifen', senyawa ini mirip dengan estrogen tubuh, tapi lebih lemah. Fito-estrogen terikat pada reseptor sel yang sama dengan estrogen tubuh, mengikatnya keluar dari sel payudara sehingga mengurangi efek pemicu kanker payudara.

Selain menghalangi estrogen tubuh untuk mencapai sel reseptor, makanan berkedelai juga mempercepat pengeluaran estrogen dari tubuh.

8. Konsumsi Kacang-Kacangan.

Selain dalam kedelai, fito-estrogen juga terdapat dalam jenis kacang-kacangan lainnya.

9. Hindari Alkohol.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa semakin banyak mengkonsumsi alkohol, maka resiko kanker payudara semakin bertambah karena alkohol meningkatkan kadar estrogen dalam darah.

10. Kontrol Berat Badan Anda.

Kenaikan berat badan setiap pon setelah usia 18 tahun akan menambah resiko kanker payudara. Ini disebabkan karena sejalan dengan bertambahnya lemak tubuh, maka kadar estrogen sebagai hormon pemicu kanker payudara dalam darahpun akan meningkat.

11. Hindari Xeno-Estrogens.

Xeno-estrogen maksudnya estrogen yang berasal dari luar tubuh. Perempuan mengkonsumsi estrogen dari luar tubuh terutama yang berasal dari residu hormon estrogenik yang terdapat dalam daging dan residu pesitisida estrogenik. Diduga xeno-estrogen bisa meningkatkan kadar estrogen darah sehingga menambah resiko kanker payudara.

Cara terbaik untuk menghindari xeno-estrogen adalah dengan mengurangi konsumsi daging, unggas (ayam-itik) dan produk susu (whole-milk dairy product).

Tetapi Anda tidak perlu kuatir dengan banyak makan buah dan sayuran, karena efek anti-oksidan dan kandungan seratnya lebih banyak daripada efek residu pestisidanya.

12. Berjemur di Bawah Sinar Matahari.

Meningkatnya angka kejadian kanker kulit (Melanoma maligna) menjadikan kita takut akan sinar matahari. Tetapi sedikit sinar matahari dapat membantu mencegah kanker payudara, karena pada saat matahari mengenai kulit, tubuh membuat vitamin D. Vitamin D akan membantu jaringan payudara menyerap kalsium sehingga mengurangi resiko kanker payudara.

Agar bisa memperoleh sinar matahari selama 20 menit/hari, dianjurkan untuk berjalan di bawah sinar matahari pada siang hari atau sore hari. Tetapi bila Anda ingin mendapatkan kalsium atau vitamin D tidak dari sinar matahari, Anda dapat mencoba mengkonsumsi makanan suplemen.

13. Jangan Merokok.

14. Berikan ASI Rutin Kepada Anak Anda.

Untuk alasan yang masih belum jelas, menyusui berhubungan dengan berkurangnya resiko kanker payudara sebelum masa menopause.

15. Pertimbangkan Sebelum Melakukan HRT.

Ada beberapa alasan bagus untuk melakukan HRT (Hormone Replacement Therapy / terapi pengganti hormon) sesudah masa menopause, yaitu mengurangi resiko penyakit jantung, osteoporosis dan penyakit Alzheimer's. Tetapi HRT akan menambah resiko kanker payudara.

Bicarakan dengan dokter Anda dan pertimbangkan resiko-resiko yang mungkin timbul, karena kebanyakan perempuan lebih tinggi resikonya untuk menderita penyakit jantung, daripada kanker payudara. Terakhir, satu lagi hal yang dapat mempengaruhi resiko terkena kanker payudara adalah stress.

Literatur medis menyebutkan bahwa stress dapat meningkatkan resiko kanker payudara. Tetapi penelitian tentang hal ini masih bersifat kontroversial. Namun tidak ada salahnya untuk memulai cara mengatasi stress dalam hidup Anda melalui meditasi, yoga, tai chi, berkebun atau kegiatan santai lainnya.
tanda tangan

Tanda-tanda Kanker

JANGAN LUPAKAN TANDA TANDA KANKER INI, KARNA SANGAT PENTING

Dibanding dengan pria, wanita memang lebih peduli akan kesehatannya. Mereka juga berhati-hati dan mau memeriksakan diri bila menemui gejala yang aneh pada tubuhnya. Kepedulian seseorang pada kesehatannya juga berkaitan dengan usia. "Orang muda biasanya lebih cuek karena mengangap hanya orang tua saja yang mungkin terkena penyakit," kata Mary Daly, onkologis Fox Chase Cancer Center, Philadelphia, AS.

Bicara tentang gejala-gejala yang aneh pada tubuh, berikut adalah tanda-tanda kanker yang perlu diwaspadai. Meski tidak spesifik, tetapi gejala berikut biasanya diikuti dengan tanda-tanda lain. Yang perlu diperhatikan adalah, makin dini diketahui, makin besar peluang kanker disembuhkan.

1. Berat badan turun tanpa sebab jelas

Setiap wanita pasti ingin berat badannya turun tanpa perlu capek berusaha. Tetapi, berat badan yang anjlok dalam sebulan tanpa usaha diet atau olahraga, perlu diwaspadai.

"Berat badan yang tiba-tiba turun tanpa penjelasan bisa menjadi tanda kanker atau kondisi kesehatan lain, seperti
tiroid yang terlalu aktif. Untuk memastikannya periksakan diri ke dokter," kata Ranit Mishori, asisten profesor bidang kesehatan keluarga dari Sekolah Kedokteran Universitas Georgetown.

2. Bengkak di perut

Munculnya bengkak di perut bisa dicurigai sebagai tanda kanker ovarium. Tanda lain yang menyertai adalah sakit di bagian perut atau sakit di bagian panggul, gangguan berkemih dan mudah merasa kekenyangan meski makan sedikit. Waspadai gejala bengkak, terutama bila menetap lebih dari seminggu.

3. Payudara berubah

Walau tidak rutin melakukan pemeriksaan sendiri, pada umumnya mengenali kondisi payudaranya. Karena itu, jangan anggap enteng bila muncul tanda kemerahan atau benjolan di payudara. Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah perubahan pada puting, muncul cairan (pada wanita yang sedang tidak menyusui) apalagi yang disertai rasa gatal.

4. Perdarahan
Perdarahan yang timbul di antara waktu periode menstruasi sebaiknya perlu dicek ke dokter. "Bila sebelumnya tidak pernah muncul vlek darah dan sekarang tiba-tiba ada, maka itu bisa jadi sesuatu yang abnormal," kata Debbie Saslow, Phd, direktur kanker payudara dan ginekologi dari American Cancer Society.

5. Kulit berubah
Hati-hati dengan tahi lalat atau benjolan di kulit. Jika makin melebar, tidak simetris, warna tidak merata atau berkoreng, ada kemungkinan hal itu merupakan kanker kulit. Penyebab utama kanker kulit adalah sinar ultraviolet dan zat kimia, juga infeksi human papiloma virus.

6. Sulit menelan
Keluhan sulit menelan biasanya terkait dengan gangguan pada tenggorokan. Namun, gejala sulit menelan juga bisa menjadi tanda dari masalah yang lebih serius, seperti kanker usus besar.

Meski tidak spesifik, tapi kanker saluran cerna pada stadium dini seringkali memiliki gejala nyeri ulu hati, sulit menelan, muntah darah, penurunan berat badan, perdarahan saluran cerna, dan anemia.

7. Perubahan di mulut

Menurut Perkumpulan Kanker Amerika, para perokok perlu mewaspadai munculnya bercak putih di lidah atau plak pada mukosa mulut, karena bisa menjadi tanda kondisi pra kanker yang disebut leukoplakia yang bisa berkembang menjadi kanker mulut.

8. Batuk berdarah
Gejala kanker paru dapat berupa batuk, sesak napas, dan dahak yang berdarah. Gejala yang timbul dari kanker paru biasanya sesuai dengan penyebaran kanker di organ tubuh yang terkena. Misalnya bila menyebar ke otak, ia dapat menimbulkan nyeri kepala, kejang, atau gangguan kesadaran. Sedangkan pada tulang, bisa menyebabkan nyeri dan patah tulang.

9. Demam tak jelas

Jika anak lesu dan pucat, demam yang tidak jelas penyebabnya, mengalami perdarahan di kulit atau gusi, ada benjolan di tubuh atau kepala, nyeri pada anggota gerak, perut bengkak atau keras, sebaiknya orangtua waspada dan segera membawanya ke dokter. Bisa jadi hal itu merupakan gejala leukimia (kanker darah) atau kanker limfoma (kelenjar getah bening).
tanda tangan

Cara Menghindari Kanker

Sahabat-Sahabat...
Apa kabarnya nI....
Wadu...h uDah dipraktekan lOm semuanya..?
Kali ini Saya Akan Memberikan tips kesehatan Cara menghindari kanker lw yang kemarin mah tentang Cara mengobati Kanker Payudara.

Ada Sebuah semboyan, yaoitu : Mencegah lebih baik daripada mengobati. Semboyan ini akan terasa sangat berarti apabila berhubungan dengan penyakit kanker. Selain resiko sakit yang semakin parah sampai kematian, pengobatan penyakit kanker pun terkenal cukup mahal dan merepotkan. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita yang belum terkena kanker, terutama yang memiliki riwayat keluarga yang pernah menderita kanker, untuk lebih menjaga diri dari resiko terserang penyakit ini.

Berikut ini kami kumpulkan tips sehat yang dapat mencegah dan menekan resiko terjadinya kanker :

1. Memanggang jangan dibawah
api yang baru menyala dan berasap. Jika memanggang, gunakan panggangan listrik, panggangan gas atau briket arang dengan tempat apinya di samping, supaya tidak ada lemak yang menetes pada bara api atau api yang tengah berpijar. Bila lemak menetes di atas bara, akan terbentuklah zat karsinogen PAC (Polisiklik Aromatis Carbon), dengan asap selanjutnya akan dapat terbawa pada bahan-bahan yang tengah dipanggang. Gunakan alas pemanggangan jika memanggang langsung pada api, sehingga tidak ada tetesan lemak yang jatuh pada bara atau api. Jika memanggang menggunakan arang atau briket, maka letakkan bahan yang hendak dipanggang setelah arang membara dengan baik. Biasanya proses pem"bara"an berlangsung 30 sampai 60 menit, ia akan menunjukkan bara yang sudah menyala merah dengan beberapa bagian telah menjadi abu putih.

2. Hindari makanan yang dibakar atau dipanggang berlebihan, misalnya hingga menimbulkan kegosongan yang berlebihan. Lebih baik buanglah bagian yang sudah sangat gosong tersebut (sangat hitam).

3. Hindari penggunaan berulang minyak atau margarin bekas menggoreng, terutama untuk produk-produk daging dan ikan.

4. Hindari proses penggorengan dengan panas yang berlebihan.

5. Semangkuk sereal dengan susu setiap hari dapat memberi asupan serat dan kalsium yang cukup untuk mencegah terjadinya kanker. Akan lebih baik lagi jika perolehan serat didapat dari buah-buahan segar dan sayuran, karena selain mengandung serat, umumnya buah-buahan dan sayuran mengandung vitamin dan mineral yang berguna bagi kesehatan tubuh. Buah tomat kaya akan zat likopen yang dapat mencegah terjadinya kanker. Ingat bahwa kondisi tubuh yang kurang baik juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker.

6. Kurangi asupan lemak, jika Anda sudah masuk kategori 'gemuk', sebaiknya hindari sama sekali.

7. Kurangi, dan sebaiknya hindari makanan yang diawetkan, diasapkan, diasamkan, dan makanan yang banyak mengandung zat tambahan makanan seperti pewarna buatan, perasa buatan dan pengawet.

8. Hentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol!

9. Hindari sinar matahari setelah pukul 9 pagi sampai pukul 2 siang untuk menghindari paparan sinar UV yang dapat meningkatkan resiko kanker kulit. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, jangan lupa gunakan tabir surya.

10. Jika Anda harus melakukan pemeriksaan roentgen, usahakan tidak melakukan pemeriksaan kembali setidaknya setelah 6 bulan untuk memberi waktu sel-sel tubuh yang rusak akibat radiasi untuk memperbaiki dirinya. Paparan radiasi ionisasi pada sinar X dapat menjadi pencetus terjadinya kanker.

[dari berbagai sumber]
tanda tangan

Cara Mencegah Kanker Payudara

Data terakhir menunjukkan bahwa kematian akibat kanker pada wanita tetap menunjukkan titik tertinggi. ”Khusus kanker payudara menduduki peringkat kedua penyebab kematian pada wanita, setelah kanker leher rahim,” ucap Dr. Asrul Harsal, Sp.PD, KHOM, di Jakarta, Selasa (3/5) lalu.

Akan tetapi menurutnya, kanker payudara ternyata bukan hanya monopoli kaum wanita. Kaum pria pun bisa mengalaminya. Meski angkanya relatif kecil yakni hanya sekitar satu persen dari total pria Indonesia kini. Asrul juga mencermati bahwa kanker payudara pada wanita harus diwaspadai sejak dini karena bisa mengakibatkan kematian. ”Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm dalam waktu 8-12 tahun,” ujarnya.

Sel kanker tersebut diam pada kelenjar payudara, kemudian dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Sedangkan mengenai kapan penyebaran itu berlangsung, hingga kini tak banyak teknologi yang mampu mengetahuinya. ”Sel kanker payudara dapat bersembunyi di
dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.”

Deteksi Dini

Satu-satunya cara yang menurutnya efektif sampai saat ini hanya dengan melakukan deteksi sedini mungkin pada kemungkinan timbulnya penyakit ini. ”Sampai saat ini satu-satu cara untuk mendeteksi adanya kanker pada payudara adalah dengan melakukan upaya Sadari (pemeriksaan payudara sendiri- red),” ungkap Asrul lagi.

Tindakan ini menurutnya sangat penting, karena hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri. Bahkan pada wanita normal, American Cancer Society menganjurkan wanita yang berusia di atas 20 tahun untuk melakukan Sadari setiap tiga bulan, usia 35—40 tahun melakukan mamografi, di atas 40 tahun melakukan check up pada dokter ahli, lebih dari 50 tahun check up rutin dan mamografi setiap tahun, dan bagi wanita yang berisiko tinggi pemeriksaan dokter lebih sering dan rutin.

Asrul juga menjelaskan pengobatan kanker payudara yang disepakati oleh ahli kanker di dunia bisa melalui beberapa tahap. Pada tahapan stadium I, dilakukan operasi dan kemoterapi.

Sedangkan pada tahap stadium II tindakan operasi, yang kemudian dilanjutkan dengan kemoterapi ditambah hormonal. Apabila telah mencapai tahap stadium III harus dilakukan operasi, yang kemudian dilanjutkan dengan kemoterapi ditambah radiasi dan hormonal. ”Sedangkan bila telah mencapai stadium IV pengobatan kemoterapi dilanjutkan dengan radiasi dan hormonal,” tambahnya.

Guna stadium lanjut, setelah diobati harapan hidup pasien paling lama adalah empat tahun. Bagi pasien yang dalam proses pengobatan, operasi pengangkatan tumor dilakukan di seluruh bagian payudara, baik kanan atau kiri. Asrul juga menambahkan bahwa para wanita sebenarnya tidak perlu cemas akan kejanggalan bentuk tubuhnya, karena saat ini sudah tersedia payudara buatan dari bahan silikon yang mirip dengan payudara asli.

Pencegahan

Dari hasil laporan konsultasi Ahli WHO/FAO tahun 2003 dikemukakan bahwa total kasus penyakit kanker antara tahun 2000 dan 2020 di negara yang sedang berkembang diperkirakan melonjak hingga 73%, sedangkan di negara maju meningkat sampai 29%. Peringatan tersebut semestinya dijadikan kesungguhan menerapkan prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati. Selain melakukan aktivitas fisik, tindakan preventif tersebut juga dapat dilakukan dengan menerapkan diet yang seimbang.

Dari studi epidemologi telah terungkap, konsumsi sayur-sayuran lebih efektif menurunkan risiko kanker dibanding dengan buah-buahan. Salah satu sayuran yang ampuh mencegah kanker adalah kelompok kubis-kubisan.

Kubis-kubisan termasuk dalam famili tanaman Brassicaceae atau lebih dikenal dengan nama Cruciferae. Famili tersebut mencakup berbagai sayuran, misalnya; kubis, brokoli, kembang kol, kale, kubis Brussel, dan lobak. Kubis putih atau kubis telur (Brassica oleracea L. var. capita L) merupakan kubis yang disukai oleh masyarakat karena rasanya yang enak, segar, renyah dan harganya lebih murah dibanding dengan brokoli dan kembang kol. Jenis sayuran ini tidak saja akrab menjadi hidangan sayuran orang Indonesia, tetapi juga oleh warga Cina Singapura, malah rerata konsumsinya mencapai 40 g/hari atau tiga kali lebih tinggi daripada orang Amerika. Sementara warga Jepang lebih menyukai lobak yang rerata asupannya mencapai 55 g/hari.

Dari beberapa hasil studi epidemologi, Park dan Pezzuto (2002) dalam jurnal Cancer and Metastasis Reviews (2002) melaporkan bahwa konsumsi kubis-kubisan seperti kubis putih dan merah, brokoli, kembang kol, kale, lobak, dan seledri air dapat menurunkan risiko bergagai jenis kanker, yaitu kanker payudara, prostat, ginjal, kolon, kandung kemih dan paru-paru. Pada kanker prostat, konsumsi tiga atau lebih porsi sayuran tersebut mampu menurunkan risikonya dibanding konsumsi hanya satu porsi per minggu. Demikian halnya, konsumsi sayuran Brassica sebanyak 1-2 porsi/hari dilaporkan dapat menurunkan risiko kanker payudara sebesar 20-40%.

Karsinogen dan detoksifikasinya

Sebagaimana telah diketahui, pada prinsipnya tiga tahapan pertumbuhan sel kanker, yaitu inisiasi; tahap awal terjadinya perusakan DNA sel, proliferasi, dan progresi. Pada tahap awal tersebut setidaknya ada dua faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kanker yakni pembentukan radikal bebas dan karsinogen.

Karsinogen merupakan zat yang dapat menimbulkan kanker. Sebagian besar karsinogen dalam makanan yang masuk ke dalam tubuh berada dalam bentuk prokarsinogen. Selanjutnya, oleh enzim fase I yang diproduksi oleh hati, senyawa prokarsinogen tersebut dipotong menjadi senyawa karsinogen yang bersifat dapat merusak/memutasikan DNA sel, yang merupakan tahap inisiasi pertumbuhan kanker.

Empat prokarsinogen yang biasa terdapat dalam makanan adalah mikotoksin, racun atau toksin yang dihasilkan oleh jamur, terutama Aspergillus, Penicillium dan Fusarium, nitrosamin dan nitrosamida (senyawa N-nitroso), yang terdapat pada bacon goreng, daging kering, dan asap rokok, hidrokarbon polisiklik aromatik yang dapat terbentuk pada daging yang dipanggang dengan bara arang kayu minyak tanah, dan produk pirolisis asam amino, seperti amino aromatik heterosiklik, yang dihasilkan dari pembakaran tak sempurna selama pemasakan ikan atau daging.

Karena pembentukan karsinogen dari prokarsinogen dikatalisis oleh enzim fase I, maka upaya efektif yang dapat dilakukan adalah menghambat laju produksi enzim fase I dan memacu enzim fase II yang juga dihasilkan oleh hati untuk mengangkut karsinogen keluar sel.

Mekanisme utama kemopreventif kanker oleh sayuran kubis-kubisan dijelaskan melalui dua cara penurunan karsinogenisitas yang dilakukan oleh kedua enzim tersebut yaitu memblok aktivasi pembentukan metabolit karsinogen dan meningkatkan detoksifikasi karsinogen.

Senyawa isothiosianat diketahui sanggup berperan pada langkah pertama atau keduanya. Beberapa senyawa ini merupakan inhibitor tumorigenesis pada berbagai model hewan percobaan, terutama pada kanker paru-paru dan esofagus yang telah diinduksi dengan produk tembakau. Kebanyakan mekanisme pencegahannya melalui penghambatan enzim-enzim sitokrom P450. Sitokrom P450 1A2 diyakini dapat mengkatalisis oksidasi-N dari 4-aminofenil, 2-nafthilamin, mikotoksin, dan beberapa amino aromatik, misalnya amino aromatik heterosiklik, yang berpotensi sebagai penyebab kanker.

Paul Talalay, farmakologis dari Johns Hopkins menegaskan bahwa sulforafan yang banyak terdapat pada brokoli (37-75 mg/100 g) diketahui mampu meningkatkan produksi enzim fase II di dalam hati. Enzim ini berperan menggandeng bahan-bahan karsinogen yang dihasilkan dari senyawa prokarsinogen dan menyeretnya keluar sel.

Pada tikus sebagai hewan percobaan, Greenwald (1996) melaporkan sulforafan dapat memblokir pembentukan kanker payudara. Lebih lanjut, ia menggungkapkan dithiolthion sintesis yang disebut oltipraz mampu menghambat pertumbuhan kanker paru-paru, kolon, kelenjar susu, kandung kemih pada hewan coba. Senyawa dithiolthion juga banyak ditemukan pada brokoli, kol kembang dan kubis. Jenis fitokimia ini dalam aksinya diduga mampu mengaktifkan enzim-enzim yang dihasilkan oleh hati, khususnya yang dapat menurunkan toksisitas karsinogen di dalam aliran darah.

Mewaspadai Bahan Kimia

Dalam edisi terbaru Journal of Applied Toxicology dilaporkan bahan kimia bernama 4-nonylphenol merupakan bahan berbahaya yang mampu memicu kanker payudara pada sejumlah tikus. Namun eksperimen laboratorium ini masih membutuhkan studi lanjut terhadap manusia. Sebab apa yang terjadi pada tikus belum tentu bisa terjadi pula pada manusia. Untuk itu masyarakat diharap tidak langsung panik.Dr William Baldwin beserta timnya dari University of Texas at El Paso dan Clemson University di Carolina Selatan menemukan bahwa 4-nonylphenol (4-NP) mempengaruhi kinerja hormon estrogen pada sejumlah tikus. Dengan diberi asupan 4-NP dalam berbagai dosis, maka tubuh tikus-tikus betina tersebut mengalami pertumbuhan kanker payudara. Mayoritas kanker payudara berkembang dalam tempo 32 minggu.

Setelah dianalisis ternyata bahan kimia ini menstimulasi produksi hormon estriol pada lever.Produksi estriol yang meningkat membuat jaringan kanker tumbuh secara kompleks pada tikus betina. “Ekspos bahan kimia 4-NP dalam jangka waktu panjang dipastikan akan memicu kanker payudara,” jelas Dr.Baldwin seperti yang dikutip BBCNews Online baru-baru ini.Bahan kimia 4-NP yang diduga berbahaya ini terkandung dalam cat, pestisida dan produk pembersih yang cukup akrab dengan aktivitas manusia sehari-hari.

Sejauh ini pihak Department for Environment, Food and Rural Affairs Inggris telah menetapkan bahan kimia seperti nonylphenol dan bisphenol sebagai bahan kimia beracun yang mampu mempengaruhi kinerja hormon. Sedangkan hormon estrogen dan estriol memang sudah sejak lama diketahui terkait erat dengan kanker payudara. Estrogen selama ini dikenal sebagai hormon penerima atau reseptor pada payudara yang dengan mudah ditumbuhi kanker. Makin tinggi kinerja hormon ini, makin cepat pula perkembangan kanker.
tanda tangan

Sahabat Q-ta